Bluk!! Andi memasukkan alat-alat tulisnya ke dalam Tata tas dengan keras. Ups, sampai ada cat air yang tertumpah. Tata tas menjadi kotor dan belepotan. Cati si kotak cat air pun ikutan panik dan merasa bersalah. Cati takut membuat Tata marah. Namun, ia juga tidak dapat berbuat apa-apa. Apa yang harus Cati lakukan?
Yuk, Kita temui Kak Dalia, sang perawat! Kita lihat aktivitasnya sehari-hari saat berada di rumah sakit. Kita perhatikan pula saat ia merawat dan menjaga pasien
Popi Pulpen dan teman-teman asyik berselancar di atas kertas. Cicil Pensil meluncur meninggalkan jejak garis hitam. Beberapa spidol menari-nari meninggalkan jejak berwarna-warni. Namn, Popi tidak meninggalkan jejak sama sekali. Ternyata tintanya habis! Bagaimana ini? Apakah Popi harus diganti dengan pulpen lain? Dapatkah Popi diperbaiki lagi?
Gema sangat suka teropong pemberian kakek. Apa kegunaan teropong itu, ya ? Hebat mana teropong dengan mata kita?
Di suatu tempat yang tinggi tak terlihat olehmu dari sini Allah ciptakan sebuah surga seluas langit dan bumi-Nya.
Gema dan Gina berlibur ke rumah kakek. Di rumah kakek banyak kelinci. Gina ingin menangkapnya. Gema dan Gina juga melihat bunga aneh. Aww, ada yang mkembuat kulit gatal. Ada yang bisa tertidur juga.
Fitri ingin membantu ayahnya berjualan buah-buahan di pasar, karena tidak tega melihat kondisi ayahnya yang memakai kursi roda. Mampukah Fitri meneladani Bunda Fathimah, sang muslimah penghulu wanita di surga, yang telah berbakti kepada ayahnya? Temukan serunya kisah Fitri dan teman-teman di dalam buku ini. Selamat membaca!
Allah ciptakan aku dalam rahim ibuku. Sukacita ibu dan ayah “Alhamdulillaah.”
Gema dan Gina bersemangat. Ke masjid untuk belajar mengaji dan shalat. Di masjid tak boleh bercanda. Apalagi berlarian ke sini sana. Kira-kira bagaimana sikap Gema dan Gina saat di masjid, ya? Yuk ikuti bersama kisah Gema dan Gina!